• +62 812-2229-1986 (WA)​⁠​
  •         

Kebakaran hutan yang Tidak Terkendali

Peristiwa Kebakaran hutan yang Tidak Terkendali –  bisa terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Di masa lalu membakar hutan merupakan suatu metode praktis untuk membuka lahan. Pada awalnya banyak dipraktekan oleh para peladang tradisional atau peladang berpindah. Namun karena biayanya murah praktek membakar hutan banyak di lakukan oleh perusahaan-perusahaan ilegal kehutanan dan perkebunan.

Di lingkup ilmu kehutanan ada beberapa perbedaan antara istilah kebakaran hutan dan pembakaran hutan. Pembakaran identik dengan kejadian yang disengaja pada satu lokasi dan luasan yang telah ditentukan. Gunanya untuk membuka lahan, meremajakan hutan atau mengendalikan hama. Sedangkan kebakaran hutan lebih pada kejadian yang tidak disengaja dan tak terkendali. Pada prakteknya proses pembakaran bisa menjadi tidak terkendali dan memicu kebakaran hutan yang mengakibatkan kerusakan hutan.

Peristiwa Kebakaran hutan yang Tidak Terkendali  berskala besar cukup sulit untuk dipadamkan. Kadang-kadang membutuhkan waktu hingga bermingu-minggu agar semua titik api bisa padam. Pada kondisi tertentu, seperti tanah gambut, kebakaran masih terus berlangsung di dalam tanah meski api dipermukaan telah padam berhasil dipadamkan. Sehingga tanah tetap mengeluarkan asap pekat dan sewaktu-waktu api bisa meletup kembali ke permukaan. Kebakaran hutan menjadi penyumbang terbesar laju deforestasi. Bahkan menurut organisasi lingkungan, World Wild Fund, deforestasi akibat kebakaran hutan lebih besar dibanding konversi lahan untuk pertanian dan illegal logging.1

Office:
Jl. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No.4A Jakarta Timur 13450.
HP : 081-2222 91986
Fax : 021 – 4801163
Email : Pujianto@tabungpemadamapi.com